Blackberry OS 7 ke Bawah Akan Dihentikan Desember 2015







     Menurut sebuah berita yang santer saat ini , nasib Blackberry OS 7 kebawah akan dihentikan
pada Desember 2015. Sejak diluncurkan nya Sistem Operasi Blackberry (BB 10) pada awal tahun 2013
penjualan Blackberry semakin anjlok , semula digadang gadangkan akan mengalami peningkatan
malah mengalami penurunan yang sangat drastis

    Untuk  menjaga persaingan agar tetap naik , Managing Director Blackberry India Sunil Lalwani  menyatakan , dukungan terhadap Blackberry OS 7 masih akan tersedia hingga Desember 2015
pihak Blackberry mengklaim setelah Desember 2015 akan menghentikan penjualan BB OS 7 ,
dan akan mengadakan program tukar tambah dengan sejumlah ponsel BB OS 10
dan tidak menutup kemungkinan jika nantinya desain serupa Blackberry Bold 9900/9930 akan banyak ditemui nantinya

    "Ketika kami meluncurkan BB10, ini merupakan platform yang dibangun untuk meng-upgrade platform BB sebelumnya. Sejumlah fitur baru yang melekat pada BB10 ditujukan untuk memudahkan pengguna dan mengarah ke dukungan aplikasi," ucap Sunil Lalwani seperti dikutip laman DNAIndia, Jumat (3/1/2013).

  
  Lalwani pun menyebut sekitar 60% dari pendapatan perusahaan pada kuartal tiga 2013 diperoleh dari layanan dan perangkat lunak BlackBerry sehingga menghasilkan margin yang lebih tinggi. Tahun ini dan seterusnya layanan dan perangkat lunak akan menjadi fokus utama perusahaan

  Dengan adanya berita ini , siap siap saja buat pecinta Blackberry yang masih OS 7 kebawah
buat mengganti ke OS 10

Pesta Bintang Coklat






  

 Apa kabar suara hati ? hai sobat Fals semua , kita bakal disuguhin lagi penampilan sang maestro
yang selalu di tunggu tunggu penampilan nya
kali ini Iwan Fals akan menghibur kota bandung , acara ini terselenggara dari produk rokok ternama
acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2013
yang tempat nya akan di gelar di Lapangan Brigif  Cimahi

 Selain Iwan fals , acara bertajuk Pesta Bintang Coklat ini
akan menampilkan Band band ternama , diantaranya Band Naif , Burgerkill ,The Sigit , Jasad ,Outright
Rosemary , Karinding Attack , Budi Cilok , Syahdat , Humiliation
Nah bagi yang seneng bergoyang silahkan datang ke TKP pada tanggal dan jam yang tepat
jangan sampai lupa . Acara ini dijamin enggak bakalan garing
siap siap ya atur waktu dan pulus dari sekarang
Selamat bertemu di TKP 

Tour Iwan Fals & Band Djarum Coklat 10th Ngabuburit

Masih ingat dengan slogan #loe gue friend# nah itu salah satu iklan di televisi antara bang iwan sama gigi .mereka bakal ngadain tour tahunan , Ngabuburit bareng Djarum coklat . sobat perlu di catet neh jadwal manggung nya , sekalian kita ngabuburit , trus bisa hiburan bareng idola kita . neh simak baik baik jadwal nya :

Minggu, 14 Juli Lapangan Albo Tipar, Cakung - Jakarta Timur Jam 20:30

Selasa, 16 Juli Lapangan Kompas, Kembangan - Jakarta Barat Jam 20:30

Kamis, 18 Juli Mako Brimob Kelapa Dua - Depok Jam 20:30

Selasa, 23 Juli Lapangan Rindam Jaya, Condet - Jakarta Timur Jam 20:30

Rabu, 24 Juli Alun-Alun Kota - Subang Jam 16:00

Kamis, 25 Juli Lapangan Utan Jati, Cengkareng - Jakarta Barat Jam 20:30

Sabtu, 27 Juli Sport Centre Indramayu - Jatibarang Jam 16:00

Minggu, 28 Juli RIPP PGA - Sumedang Jam 16:00

Selasa, 30 Juli Pusdikpasus Batujajar - Kabupaten Bandung Jam 16:00

Rabu, 31 Juli Makorem 062/Taruma Nagara - Garut Jam 16:00

Jumat, 2 Agustus Pondok Pesantren Manuk Heulang - Tasikmalaya Jam 16:00

Info: HTM gratis; Pada hari acara ada bazaar / fair trade dimulai jam 13:00 s/d 23:00; Iwan Fals & Band pada area Jakarta-Depok akan membawakan 10 lagu, pada area Jawa Barat akan membawakan 6 lagu.

Menjawab Kontroversi Malam Nisfu Sya'ban

ibadah ketika itu, baik secara sendiri atau berjama’ah, baik pula secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.”[12] Malam Nishfu Sya’ban Sama Seperti Malam Lainnya   Dalam masalah ini, jika memang kita memilih pendapat mayoritas ulama yang berpendapat bolehnya menghidupkan malam nishfu sya’ban, maka sebaiknya tidak dilakukan secara berjama’ah baik dengan shalat ataupun dengan membaca secara berjama’ah do’a malam nishfu sya’ban. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. Sedangkan bagaimanakah menghidupkan malam tersebut secara sendiri-sendiri atau dengan jama’ah tersendiri? Jawabnya, sebagian ulama membolehkan hal ini. Namun yang lebih menenangkan hati kami, tidak perlu malam Nishfu Sya’ban diistimewakan dari malam-malam lainnya. Karena sekali lagi, dasar yang dibangun dalam masalah keutamaan malam nishfu Sya’ban dan shalatnya adalah dalil-dalil yang lemah atau hanya dari riwayat tabi’in saja, tidak ada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan atsar sahabat yang shahih yang menerangkan hal ini. Jadi di sini bukan maksud kami adalah tidak perlu melaksanakan shalat di malam Nishfu Sya’ban. Bukan sama sekali. Maksud kami adalah jangan khususkan malam Nishfu Sya’ban lebih dari malam-malam lainnya. Perkataan yang amat bagus dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, beliau rahimahullah mengatakan, “Malam Nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam-malam lainnya. Janganlah malam tersebut dikhususkan dengan shalat tertentu. Jangan pula mengkhususkan puasa tertentu ketika itu. Namun catatan yang perlu diperhatikan, kami sama sekali tidak katakan, “Barangsiapa yang biasa bangun shalat malam, janganlah ia bangun pada malam Nishfu Sya’ban. Atau barangsiapa yang biasa berpuasa pada ayyamul biid (tanggal 13, 14, 15 H), janganlah ia berpuasa pada hari Nishfu Sya’ban (15 Hijriyah).” Ingat, yang kami maksudkan adalah janganlah mengkhususkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat tertentu atau siang harinya dengan puasa tertentu.”[13] Dalam hadits-hadits tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebutkan bahwa Allah akan mendatangi hamba-Nya atau akan turun ke langit dunia. Perlu diketahui bahwa turunnya Allah di sini tidak hanya pada malam Nishfu Sya’ban. Sebagaimana disebutkan dalam Bukhari-Muslim bahwa Allah turun ke langit dunia pada setiap 1/3 malam terakhir, bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja. Oleh karenanya, sebenarnya keutamaan malam Nishfu Sya’ban sudah masuk pada keumuman malam, jadi tidak perlu diistimewakan. ‘Abdullah bin Al Mubarok pernah ditanya mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, lantas beliau pun memberi jawaban pada si penanya, “Wahai orang yang lemah! Yang engkau maksudkan adalah malam Nishfu Sya’ban?! Perlu engkau tahu bahwa Allah itu turun di setiap malam (bukan pada malam Nishfu Sya’ban saja, -pen).” Dikeluarkan oleh Abu ‘Utsman Ash Shobuni dalam I’tiqod Ahlis Sunnah (92). Al ‘Aqili rahimahullah mengatakan, “Mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya itu layyin (menuai kritikan). Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Allah akan turun setiap malam, itu terdapat dalam berbagai hadits yang shahih. Ketahuilah bahwa malam Nishfu Sya’ban itu sudah termasuk pada keumuman hadits semacam itu, insya Allah.” Disebutkan dalam Adh Dhu’afa’ (3/29).[14] Semoga sajian ini bermanfaat untuk memperbaiki amal ibadah kita. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi wa tatimmush sholihaat. Referensi: Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, Asy Syamilah. Fatawa Al Islam Sual wa Jawab, Syaikh Sholih Al Munajjid, www.islamqa.com/ar. Lathoif Al Ma’arif fii Maa lii Mawaasimil ‘Aam minal Wazhoif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428 H. Liqo’ Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin. Majmu’ Al Fatawa, Ahmad Ibnu Taimiyah,Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H. Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, Mawqi’ Al Ifta’. Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi, Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri Abul ‘Alaa, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut. Kami harap para pembaca bisa membaca artikel yang berkaitan dengan artikel ini di sini. Selesai disusun di Panggang-GK, 4 Sya’ban 1431 H (16/07/2010) Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel www.muslim.or.id [1] Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 3/365-367. Kata yang didalam kurung [...] adalah kesimpulan dari kami. [2] Lathoif Al Ma’arif, 245. [3] Lathoif Al Ma’arif, 245. [4] Lathoif Al Ma’arif, 248. [5] Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 1/188. [6] Idem. [7] Lihat As Silsilah Ash Shohihah, no. 1144. [8] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah (2/594) pada pembahasan “Ihyaul Lail”. [9] Lathoif Al Ma’arif, 247-248. [10] Majmu’ Al Fatawa, 23/131. [11] Majmu’ Al Fatawa, 23/132. [12] Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 1/190. [13] Liqo’ Al Bab Al Maftuh, kaset no. 115. [14] Lihat Fatwa Al Islam Sual wa Jawab, no. 49678. Dari artikel 'Meninjau Ritual Malam Nishfu Sya’ban — Muslim.Or.Id'